Pasti Corona Covid-19, Pria Ini Tahu Tak Bisa Napas Lebih daripada 1 Detik

0
494

Suara. com – Calum Wishart, pria 25 tahun bercerita kondisinya ketika terinfeksi virus corona Covid-19. Calum Wishart mengaku ketakutan merasakan gejalanya, namun ia tidak memiliki riwayat aib kronis.

Pria asal Skotlandia ini pertama kali dilarikan ke rumah sakit karena virus corona Covid-19 pada 26 Maret 2020. Saat itu keluarganya kacau melihat Calum sekarat karena benar menderita.

Calum Wishart sendiri mengatakan saat itu merupakan minggu terburuknya, karena sangat menderita dan berisiko mengalami kefatalan kelanjutan gejala infeksi virus corona Covid-19.

“Aku mengalami batuk darah yang sangat agresif hingga menimbulkan rasa sakit di seluruh dada, muntah dan diare, ” sirih Calum dikutip dari Daily Star .

Saat itu Calum mengaku tidak bisa bernapas lebih dari sedetik. Sebelum hari itu, Calum sempat mengalami demam pada 19 Maret 2020. Tapi, Calum tidak mengira-ngira dirinya terinfeksi virus corona Covid-19.

Pandemi Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

“Saya tidak sungguh-sungguh memikirkannya sampai hari berikutnya guru tubuh saya semakin meningkat. Belakang harinya, saya mulai batuk, muntah dan diare, ” katanya.

Menurut Calum, suhu tubuhnya yang meningkat sangat memengaruhi seluruh kondisi tubuhnya. Beberapa bagian tubuhnya memanas dan bagian yang lain justru membeku.

Calum mulai mencurigai dirinya terkena virus corona Covid-19 ketika pengganggu bernapas. Ia tidak bisa bernapas lebih dari sedetik sampai keputusannya jatuh pingsan.

Rachel, adik Calum mengatakan saat tersebut ibunya langsung memanggil ambulans karena mengira kakaknya sedang sekarat. Bagi ibu, malam itu bagaikan malam terburuk melihat Calum sekarat seperti sudah meninggal dunia.

“Ketika tiba di rumah sakit, Calum menjalani sebanyak tes medis dan hasilnya nyata terinfeksi virus corona. Fakta itu membuat kami ketakutan, ” kata pendahuluan sang adik.

Ilustrasi rumah sakit. [Shutterstock]

Bagi mereka sangat menyedihkan & menyakitkan tidak bisa menemani Calum. Calum harus berada di barak khusus pasien corona Covid-19 pedengan ruang isolasi yang tidak mampu ditemui sembarangan orang.

Setelah beberapa hari, kondisi Calum mulai membaik dan gejala infeksi virus corona Covid-19 pun berangkat menghilang.

“Sebelumnya kami tidak bisa bernapas lebih daripada sedetik. Bahkan setiap kali beta duduk atau berdiri pasti batuk darah parah, ” jelas Calum.

Karena pengalamannya itu, Calum mengingatkan semua orang untuk mewaspadai gejala infeksi virus corona Covid-19

Selain tersebut, semua orang juga perlu melaksanakan tindakan pencegahan seperti tetap berharta di dalam rumah. Karena, risiko tertular virus corona Covid-19 semakin meningkat ketika keluar rumah & melakukan kontak sosial.