Kejar Target Jokowi, 50 Ribu Cara Tes PCR dari Korsel Muncul di Indonesia

0
291

Suara. com – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo berterima kasih kepada Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi, dan Direktur Utama Garuda Nusantara Irfan Setiaputra yang telah bekerja keras membantu mendatangkan bahan tes PCR untuk pendeteksian virus corona daripada Korea Selatan.

“Kita membutuhkan bahan untuk melakukan tes PCR bagi deteksi covid-19 supaya laboratorium bisa segera bekerja menjajaki warga. Kita bersyukur dalam zaman kurang dari 24 jam kita bisa mendapatkan 50. 000 ulangan PCR hari ini, ” perkataan Doni dalam pesan tertulis yang diterima Suara. com, Minggu (19/4/2020).

Diketahui, Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan Gugus Suruhan agar segera dilakukan tes PCR kepada warga. Presiden menargetkan agar setiap hari setidaknya bisa dikerjakan 10. 000 pemeriksaan.

Sementara itu, pemerintah sudah menetapkan 19 laboratorium untuk pendeteksian Covid-19 di seluruh Indonesia. Hanya saja semua laboratorium tersebut membutuhkan reagent PCR dan reagent ekstrasi RNA agar bisa melakukan pemeriksaan pada warga yang diduga terpapar covid-19.

Menurut Doni, persoalannya, di tengah pandemi covid-19 tak mudah untuk mendapatkan reagent PCR dan reagent ekstrasi RNA. Selama ini yang bisa menyediakan ke-2 bahan itu adalah China & Korea Selatan. Namun produk kedua negara ini dicari oleh banyak negara lain.

Perjuangan untuk mendapatkan reagent dari Korsel boleh dikatakan dramatis. Keputusan harus cepat diambil karena bahan kimia untuk pemeriksaan covid-19 ini diincar oleh negara lain.

Persoalan kedua, cara membawa tujuan kimia ini memerlukan penanganan istimewa karena memerlukan suhu udara minus 20 derajat celcius dan mengandung keseluruhan mencapai 500 kg.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bersyukur memiliki dukungan Dubes Indonesia untuk Korsel yang langsung menugaskan seorang staf Kedutaan untuk mengawal barang sampai ke Indonesia.

“Dirut Garuda Indonesia dengan sigap menyediakan kargo untuk menampung barang seberat 500 kg. Sementara Dirjen Harga dan Cukai membantu pengeluaran bahan di Bandara Soekarno-Hatta, ” ujar Doni.

Ia berharap dalam sepekan ke depan akan bisa didapatkan sekitar 495. 000 bahan untuk penjagaan covid-19. Dengan jumlah itu oleh karena itu Indonesia akan bisa memetakan bertambah tepat jumlah warga yang terpapar covid-19 dan di mana itu berada.

Sesuai suruhan Jokowi, pemeriksaan pertama dilakukan kepada para dokter dan perawat yang selama ini menangani covid-19 beserta seluruh keluarganya.

‚ÄúPresiden meminta agar para tenaga medis dan keluarganya bisa dipastikan kondisinya. Presiden tidak mau para tenaga medis menjadi korban, ” ucap Doni.

Selanjutnya penjagaan akan difokuskan kepada warga yang pernah berhubungan dengan mereka yang positif mengidap covid-19. Harapannya, secara hasil pemeriksaan itu penyebaran bisa dibatasi.