Kesibukan Heroik Nenek-nenek Lawan Perampok di Bandung, Muka Babak Belur

0
66

SuaraJabar. id kepala Dua Lansia mas beradik warga Jalan Ir H Juanda Kelurahan Dago Kecamatan Coblong Kota Bandung, Nani (60) & Suharti (78) di buat bagian belur oleh kawanan maling dengan kepergok masuk ke rumahnya, dalam 12 April 2020. Mereka memergoki perampok masuk rumahnya, bahkan tahu mereka lawan.

Beruntung keduanya hanya mengalami luka memar. Sementara kawanan maling pun samar-samar setelah kedua lansia itu berteriak minta tolong. Tidak ada barang berharga satu pun di bawa kawanan maling itu.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Utama Sampurna Jaya menyebut otak pati dari aksi pencurian yang kubra ini, dimotori oleh Agus Prayitno (28), yang merupakan residivis dengan kasus yang sama. Polisi biar menjerat kedua pelaku dengan pencetus 365 KUH Pidana. Pelaku lain adalah Imam (27).

“Ancaman pidananya, diatas lima tarikh penjara, ” pungkas Ulung.

Sementara itu, Nani menguatkan saat kejadian dirinya tengah berharta di belakang rumah untuk membersihkan piring. Nani mengatakan, terdengar bahana teriakan Suharti dari depan rumahnya.

“Saat saya berganti ke depan, tiba-tiba keluar dari dapur ada yang mukul hamba dan saya langsung terjatuh, ” kata Nani.

“Dia (Agus) bahkan sempat menceki kami dan bilang ‘Mau saya pati padam kamu’, ” tambah dia.

Agus yang memakai helm tertutup saat beraksi, membuahkan Nani tidak dapat mengenalinya. Dal keadaan terpojokan Nani sempat melawan dan melepas cekikan dari Agus.

Agus pun berhubungan Imam langsug melarikan diri. Sementara Nani langsung terbangun dan tahu kondisi Suhartini yang sudah dalam keadaan terluka, penuh lembam pada wajahnya.

Sementara itu, Agus mengatakan dia awalnya berniat mencuri perhiasan dengan ada di rumah kedua lansia tersebut. Namun karena ketahuan Agus membatalkan niatanya itu.

“Pas ketahuan saya jadi salah dan ketakutan, ” kata Agus.

Dalam ungkap kejadian tersebut dihadirkan kedua korban Nani dan Suharti. Mereka tak memperhitungkan, Agus menjadi pelaku utama dalam tindak kriminal tersebut.

Nani mengatakan, Agus termasuk orang yang dekat dengan dia. Nani yang mempunyai bisnis sewa mobil ini, menyebut Agus merupakan pelanggannya.

“Bahkan dia pula sering nyupirin saya, ” prawacana Nani.

Beberapa hari sebelum kejadian, Nani menuturkan Agus tengah merental mobilnya. Namun mobil itu tak kunjung dikembalikan. Setiap menagih, Agus selalu berargumen untuk memperpanjang waktu sewanya. Padahal mobil tersebut baru diketahui, sudah digadaikan oleh Agus.

Kontributor: Cesar Yudistira