Pelaku Pembunuhan Polisi di Daha Daksina Belajar Paham Radikal di Internet

0
448

Suara. com semrawut Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono ‚Äémengatakan Abdul Rahman, karakter penyerangan Polsek Daha Selatan, Desa Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, adalah pelaku teror yang beraksi seorang diri dan ia belajar kesimpulan radikal di internet.

“Pelaku lonewolf, ” kata Irjen Argo di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Dari hasil penyelidikan Densus 88 Antiteror, kata dia, Abdul meninjau paham radikal secara otodidak sejak internet.

“Pelaku mendalami paham radikal dari internet, ” katanya.

Kasus penyerangan terhadap Polsek Daha Selatan dengan terjadi Senin (1/6/2020) dini keadaan ini mengakibatkan Brigadir Leonardo Latupapua tewas dan satu polisi lainnya luka-luka. Selain menyerang polisi, karakter juga membakar mobil patroli Polsek Daha Selatan.

Pelaku kemudian tewas usai ditembak petugas karena melawan saat hendak ditangkap.

Dari lokasi perkara, polisi menyita barang bukti berbentuk senjata tajam jenis samurai yang digunakan pelaku untuk menyerang penjaga, syal bergambar bendera hitam ISIS, kartu anggota ISIS, satu lembar surat wasiat, satu sepeda mesin, satu KTP, dan sebuah Al Quran kecil.

Densus 88 Antiteror masih meneliti keterkaitan pelaku dengan jaringan teroris tertentu. Polisi belum bisa menetapkan pelaku berasal dari kelompok Jamaah haji Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS atau tergabung dalam jaringan lain.

Sejenis juga motif penyerangan yang dilakukan Abdul Rahman masih didalami sebab Densus 88. [Antara]