Menyimak Tes Massal, 25 Pegawai Unhas Dikabarkan Positif Covid-19

0
431

Suara. com – Sebanyak 25 pegawai di Universitas Hasanuddin (Unhas) Kota Makassar Sulawesi Selatan positif Virus Corona. Maklumat tersebut disampaikan Tim Satgas Covid-19 Unhas usai dilakukan tes massal pada tanggal 16-17 Juni 2020 lalu.

Ketua Tim Satgas Covid-19 Unhas Budu mengucapkan, pada awalnya ditemukan sebanyak 17 pegawai yang reaktif, namun sesudah seluruh pegawai dites, ditemukan sebesar 37 orang yang reaktif.

Sesuai standar pencegahan penularan virus corona, seluruh pegawai ini kemudian diambil tindakan lanjutan, yakni dengan melakukan karantina mandiri dan melakukan test sweb (PCR) untuk memastikan bahwa mereka yang reaktif betul terinfeksi Covid-19.

Unhas telah menerima hasil penelitian swab (PCR) terhadap ke-37 pegawai yang reaktif pada Selasa. Sebesar 25 pegawai ditemukan positif terkena Covid-19, walaupun sampai saat ini belum ada gejala klinis tertib ringan maupun berat.

“Seluruh pegawai yang dinyatakan nyata tersebut kondisinya dalam keadaan bugar, tidak ada gejala sakit apapun yang kita temukan, ” katanya seperti dilansir Antara di Makassar pada Selasa (23/6/2020).

Baca Juga: Paksa Bawa Pulang Jenazah Pasti Corona, Empat Pemuda Reaktif Rapid Test

Dekan Fakultas Kedokteran ini menjelaskan bahwa kelakuan melakukan screening (pemeriksaan) terhadap semesta pegawai Unhas ini merupakan sikap yang sangat strategis. Dengan mengabulkan pemeriksaan ini, Unhas berkomitmen mutlak dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

“Coba bayangkan kalau kita tidak melayani pemeriksaan massal. Mereka ini tetap bisa menjadi sumber penularan bagi ribuan pegawai lainnya. Sekarang kita segera memutus rantai sebaran, ” kata Budu.

Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu menjelaskan, bahwa masyarakat harusnya memiliki cara pandang baru kepada Covid-19. Virus ini memang menyebar dan berada di sekitar tetapi ini bukan hal memalukan.

Baca Juga: Rapid Test di Istana, Moeldoko ke Petugas: Jangan Grogi, Ini Darah Biru

“Covid-19 bukan aib. Ini bukan hal memalukan. Jangan takut memeriksakan diri, dan jangan malu kalau terkena. Unhas memilih langkah tersebut untuk memberikan contoh, sambil merancang protokol untuk tindak lanjut. Bila kita menemukan ada yang membangun, protokol pencegahan akan segera bekerja, ” katanya.

Rapid test massal itu dilakukan dalam rangka pencegahan penularan Covid-19, Unhas intensif melakukan modus aktif dan progresif untuk turut serta melakukan pencegahan Covid-19 sejak dua minggu terakhir.

Langkah tersebut diambil menindaklanjuti keterangan bahwa empat pegawai ditemukan membangun terinfeksi.

Berdasarkan contact tracing, keempat pegawai tersebut peluang terpapar dari luar kampus. Budu lebih lanjut menjelaskan Tim Satgas Covid-19 Unhas telah menyiapkan langkah-langkah lanjutan untuk menangani pegawai Unhas yang terinfeksi Covid-19. Secara medis, langkah pertama adalah segera melaksanakan isolasi dan karantina secara teliti.

“Kita kemudian melangsungkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi, Gugus Tugas Provinsi, dan Satgas Kota Makassar. Untuk mereka yang positif, kita akan berikan opsi untuk isolasi di hotel. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Provinsi untuk hal ini, ” katanya.

Selanjutnya, Prof Budu juga menjelaskan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Satgas Kota Makassar & Dinas Kesehatan Kota untuk melakukan contact tracing (penelusuran riwayat kontak). Selain itu, juga Dinas Kesehatan tubuh Kota diminta untuk melakukan metode komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada keluarga dan kerabat dibanding pegawai yang ditemukan positif itu.

“Intinya, kita ingin memberikan keyakinan kepada umum bahwa jangan takut, jangan aib, dan jangan minder kalau terkena COVID-19. Kita akan melakukan jalan terbaik untuk mengatasinya, ” ujarnya.

“Apalagi kalau kita lihat, pegawai kita yang nyata ini risikonya rendah, karena tak ada gejala. Mudah-mudahan dengan pengerjaan yang baik mereka akan cepat sembuh dan bersih dari virus corona, ” lanjutnya.

Secara kelembagaan, Unhas akan memfasilitasi dukungan penanganan terhadap para pegawai yang terinfeksi Covid-19.

“Pegawai-pegawai Unhas yang positif Covid-19 ini nampaknya belum perlu dirawat di rumah sakit. Mereka tak ada gejala, dan memiliki kalis yang cukup baik. Sambil merawat, kita juga akan mempersiapkan itu menjadi Duta Covid, sehingga jika mereka sembuh nantinya, mereka dapat memberi informasi yang jelas mengenai corona kepada orang sekitarnya dan masyarakat, ” kata Budu. (Antara)