Diperiksa KPK, Agus Martowardojo Tak Ditanya Soal Kasus Percetakan Uang

0
265

Suara. com – Bekas Gubernur Bank Nusantara Agus Martowardojo merampungkan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Kamis (25/6/2020).

Agus mengelak terkait pemeriksaanya, ditelisik pemeriksa KPK mengenai proyek pencetakan kekayaan pecahan Rp 100 ribu pada Australia. Kasus itu diusut KPK pada tahun 2014.

Mantan Menteri Keuangan era Kepala Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengiakan tidak didalami terkait kasus itu. Diketahui kasus itu sempat lahir pada masa pemerintahan SBY.

“Nggak ada hubungan secara itu. Saya tidak komentar soal itu, udah ya, ” prawacana Agus di Gedung Merah Suci KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2020).

Agus mengucapkan dimintai keterangan terkait pengetahuannya di kasus proyek E-KTP. Agus cuma menjelaskan kepada penyidik lembaga antirasuah mengenai proses anggaran.

Baca Juga: Mantan Menteri Keuangan Agus Martowardojo Diperiksa KPK

“E-KTP. Jadi, ada tersangka Paulus Isnu Fahmi dan Maryam, kemudian aku dimintakan keterangan terkait dengan cara anggran yang dilakukan Kemendagri hubungan dengan Kemenkeu dengan DPR Komisi II dan kira jelaskan kurang lebih yang ditanyakan sama yang cerai-berai, ” ucap Agus

Agus usai dimintai keterangan buat tersangka Direktur Utama PT. Sandipala Arthapura, Paulus Tannos.
Belum lama ini KPK kembali menetapkan empat tersangka baru dalam kejadian korupsi e-KTP dengan kerugian negeri mencapai Rp 2. 3 triliun.

Empat simpulan tersebut yakni Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos (PLS), Anggota DPR RI 2014 datang 2019, Miriam S Hariyani (MSH), eks Dirut Perum Percetakan Negeri RI (PNRI) dan Ketua Liga PNRI Isnu Edhi Wijaya (ISE), dan Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan e-KTP atau PNS Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Husni Fahmi (HSF).

Baca Juga: Erick Thohir Resmi Tunjuk Agus Martowardojo Jadi Komisaris Utama BNI

Dalam kejadian proyek percetakan uang. Ketika itu, SBY meminta Pemerintah Australia bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengungkap dugaan kasus korupsi pencetakan uang yang dilakukan Bank Indonesia (BI) tahun 1999.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto Jilid III menyatakan KPK sudah siap mengusut kasus tersebut, makin Australia mau berbagi data.

“KPK harus siap dan menyiapkan diri bila memang negeri Australia memberikan data dan keterangan awal soal sinyalemen dugaan manipulasi dimaksud kendati tidak berkaitan dengan Presiden SBY maupun (mantan Presiden) Megawati, ” Jumat (1/7/2014).