Adaptasi New Normal, Indonesia Butuh 10 Juta Lapangan Kerja Baru

0
260

Suara. com – Dampak pandemi Covid-19 membikin jutaan orang kehilangan pekerjaan. Di masa adaptasi new normal sekarang, ketersediaan akan lapangan kerja wajib ditingkatkan.

Menteri Pemimpin Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dampak dari Covid-19 yang adalah krisis di bidang kesehatan telah meluas ke sektor ekonomi akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga membuat banyak orang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Selama pandemi, yang tercatat di Kemenaker sebanyak 1, 7 juta orang terverifikasi di-PHK, belum terverifikasi 1, 2 juta orang, ” jelas Menko Airlangga di dalam diskusi virtual, Jumat (26/6/2020) dilansir Anadolu Agency.

Berdasarkan kondisi tersebut, maka Menko Airlangga mengungkapkan tingkat pengangguran bertambah dari 7 juta orang menjadi ten juta orang.

Dia mengatakan peningkatan pengangguran tersebut bukan hanya terjadi di Indonesia, namun juga terjadi di banyak negara seperti Eropa, Jerman, Italia, hingga Amerika yang tingkat penganggurannya log in ke level 9, 9 persen.

Baca Juga: Pemulihan Ekonomi Lokal harus Fokus pada Penciptaan Lapangan Kerja

Oleh karena itu, Menko Airlangga mengatakan pemerintah memutuskan untuk kembali membuka aktivitas perekonomian dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, agar pengangguran tidak semakin bertambah.

“Seluruh negara menyadari bahwa lockdown meningkatkan pengangguran dan kemiskinan, sehingga harus dikurangi atau dihentikan, ” tambah dia.

Menko Airlangga mengatakan pemerintah ketika ini terus berupaya menghentikan penyebaran Covid-19 serta menghentikan peningkatan PHK.

Baca Juga: Cegah Napi Asimilasi Berulah Lagi, Pemerintah Diminta Untuk Lapangan Kerja