Viral Orang Ambil Tahta Keraton Cirebon, Sultan Sepuh Tempuh Jalur Asas

0
49

SuaraBanten. id – Sultan Gaek XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat PRA Arief Natadiningrat menetapkan, segera mengambil jalur hukum untuk insiden beredarnya video pengambilalihan tahta, karena sudah melanggar hukum.

“Kejadian ini (video pengambilalihan Keraton Kasepuhan) layak dilaporkan secara hukum ke Kepolisian, ” sekapur Sultan Arief dalam keterangan tertulis yang diterima di Cirebon, Minggu (28/6/2020).

Arief mengucapkan, perbuatan orang yang mengaku sebagai keturunan Sultan XI Radja Jamaludin Aluda Tajul Arifin telah mengenai hukum yang berlaku.

Di mana oknum tersebut serta kawan-kawan, lanjut Arief, telah mencemarkan nama baik Keraton Kasepuhan Cirebon, selain itu juga masuk ke dalam keraton tanpa izin.

“Mereka juga melakukan risiko pembunuhan dan telah menyiarkan informasi kebohongan, oleh karenanya telah mengabaikan UU ITE dan KUHP dengan masuk ranah pidana, ” ujarnya.

Untuk itu dalam rangka menjaga muruah Keraton Kasepuhan Cirebon, kata Sultan Arief menetapkan adanya tindakan hukum, agar mereka tidak lagi bisa menjatuhkan tanda baik.

Karena lanjut Sultan Arief, Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan bagian dari sejarah serta jatidiri bangsa Indonesia yang perlu tetap lestari.

“Untuk itu kami mohon doa dan dukungan dari para wargi Kesultanan, Pemerintah, aparat keamanan, agar masalah yang memalukan ini mampu diselesaikan sebaik-baiknya, ” kata Tuan.

Sebelumnya beredar video terkait pengambilalihan dan juga penyegelan Dalem Arum Keraton Kasepuhan, beserta penurunan foto Sultan Sepuh XIV Arief Natadiningrat oleh seorang yang mengaku sebagai keturunan sah sebab Sultan XI.

Selain itu dalam gambar yang beredar di media sosial pria yang mengaku sebagai dinasti Sultan Sepuh XI Radja Jamaludin Aluda Tajul Arifin mengatakan bahwa pihaknya mulai Sabtu (27/6) telah mengambil alih Keraton Kasepuhan Cirebon.

Karena menurutnya dialah yang merupakan keturunan asli sebab Sultan Sepuh XI dan berhak atas apa yang ada di Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Hari ini Sabtu tanggal 27 Juni 2020. Kami keturunan sah dari Sultan Sepuh XI Jamaludin Aluda Tajul Arifin. Dengan ini kami menyatakan mengambil alih Kerajaan Kasepuhan dari tangan saudara Arief. Demikian statemen kami buat disebarluaskan ke Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat dan masyarakat Kota Cirebon, ” kata pria itu.