Ojol di Bogor Masih Banyak dengan Abaikan Protokol Kesehatan

0
231

Suara. com – Ojek online (ojol) di Tanah air Bogor yang diizinkan kembali mendatangkan penumpang pada hari kedua, Selasa (7/7/2020) kemarin, masih banyak dengan beroperasi tanpa memenuhi persyaratan aturan kesehatan yang ditetapkan yakni menyimpan pembatas antara driver dan pengikut.

Ojol di sebesar ruas jalan di Kota Enau, antara lain, Jalan Juanda, Hidup Paledang, dan Jalan Kapten Muslihat, tampak masih cukup banyak dengan belum menerapkan persyaratan protokol kesehatan tubuh yang ditetapkan oleh Pemerintah Tanah air Bogor, yakni memasang pembatas jarang pengendara atau driver dengan penumpang.

Pemerintah Kota Enau mengizinkan ojol boleh beroperasi teristimewa membawa penumpang mulai Senin (6/7) dengan persyaratan, driver menggunakan masker, sarung tangan, plastik pembatas jarang driver dan penumpang, serta giat mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

Pembatas plastik yang disyaratkan dari Pemerintah Kota Bogor adalah berbentuk plastik meyerupai empat persegi panjang & ada tali yang mengikat seolah-olah driver memakai ransel.

Seorang driver ojol yang pantas menunggu penumpang di Halte Lapas Paledang, Bambang, mengatakan, dirinya belum tahu kalau driver harus menyiapkan pembatas plastik dan menggunakannya kala membawa penumpang.

Driver tersebut juga menyatakan belum cakap bahwa driver menyiapkan penutup besar atau hernet jika penumpang memakai helm dari driver.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya, di Balai Kota Bogor, Jumat (3/7), mengatakan, Pemerintah Tanah air Bogor mengizinkan ojek online ataupun ojol beroperasi membawa penumpang dalam wilayah Kota Bogor, mulai Senin, 6 Juli 2020, dengan persyaratan pengemudi harus menerapkan protokol kesehatan tubuh yang ketat.

“Ojek online diizinkan beroperasi mendatangkan penumpang di Kota Bogor, ialah bagian dari pelonggaran sektor ekonomi setelah Kota Bogor memasuki periode pra adaptasi kebiasaan baru (Pra-AKB) tapi masih dalam kerangka pembatasan sosial berskala besar atau PSBB, ” katanya.

Bima Arya menjelaskan, protokol kesehatan yang diberlakukan kepada driver ojek online adalah, memakai masker, memakai sarung tangan, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, serta menyediakan pembatas antara driver dan penumpang.

“Pembatas itu terbuat dari bahan plastik. Karena status jok sepeda motor yang tidak terlalu panjang, sehingga pembatas tersebut ditempelkan dipunggung driver seperti membawa ransel, ” katanya.

Menurut Bima, pembatas antara driver dan penumpang ojek itu ialah bagian dari persyaratan protokol kesehatan tubuh, untuk menghindari kontak fisik pada antara keduanya. Operasional ojek online juga dibatasi, mulai pukul 04. 00 WIB hingga pukul 24. 00 WIB. (Antara)