Menyekat Klaster Idul Adha, Ini Aturan Penyembelihan Hewan Kurban yang Betul

0
242

Suara. com awut-awutan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Bakti Bawono mengingatkan masyarakat untuk perdata terhadap potensi penyebaran virus corona covid-19 di lokasi penyembelihan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha 1441 H, Jumat (31/7/2020).

Wiku mengatakan, penyembelihan hewan kurban saat pandemi corona harus mentaati protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah. Khususnya mewujudkan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Kemudian 3S, suntikan semua sarana terutama sarana yang digunakan untuk ibadah. Ketiga adalah 3T, tes, telusuri, tanggulangi, ” kata Wiku dalam konferensi pers di BNPB, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Wiku menjelaskan, buat kegiatan pemotongan hewan kurban yang aman COVID-19 dibagi menjadi perut, yaitu pemotongan yang dilakukan dalam Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia (RPH-R) dan pemotongan di luar RPH-R.

Untuk pemotongan dengan dilakukan pada RPH-R, ketentuan dengan harus dilakukan, antara lain:

  1. Pemotongan dilakukan dalam RPH-R pemerintah dan swasta
  2. Menjaga jarak minimal kepala meter antar petugas
  3. Mengatur kepadatan pekerja dan kejernihan diri
  4. Mengukur suhu tubuh di pintu masuk
  5. Menghindari kontak langsung mengiringi petugas
  6. Menyediakan kemudahan desinfeksi, CTPS dan hand sanitizer
  7. Membersihkan peralatan sebelum dan sesudah digunakan
  8. Petugas menggunakan masker, pelindung paras, sarung tangan, apron dan ladam boot.

Tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan di RPH-R, jika pemotongan dilakukan dalam luar RPH-R, ketentuan yang tetap dilakukan antara lain:

  1. Pemeriksaan suhu tubuh
  2. Melarang orang sakit untuk bekerja
  3. Menjaga renggang minimal satu meter
  4. Mengatur jumlah panitia pemotongan
  5. Membatasi kepadatan orang di tempat pemotongan
  6. Menerapkan kebersihan diri
  7. Aparat menggunakan masker, pelindung wajah, sarung tangan, apron dan sepatu
  8. Petugas tidak saling berhadapan saat pengulitan, pencacahan dan pengemasan warga
  9. Pembedaan aparat penanganan daging dan jeroan
  10. Pendistribusian daging dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik

Semua aturan tersebut sudah diatur dalam Surat Informasi Kementerian Agama Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Persembahan Tahun 1441 H/2020M menuju Klub Produktif dan Aman COVID-19.

Kemudian Surat Informasi Kementerian Pertanian Nomor 0008/SE/PK. 320/F/06/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Non Tempat Coronavirus Disease (COVID-19) dan Persen Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Fatwa Nomor 36 tahun 2020 tentang Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban era Wabah COVID-19.

“Mohon agar semua pihak terutama umat muslim yang akan merayakan Idul Adha agar betul-betul melaksanakan aturan kesehatan dengan ketat agar kita semua dapat terhindar dari pengembangan kasus COVID-19, ” pungkas Wiku.