Raut Cornelis Lay, Pakar Politik Penggemar Soekarno

0
149

SuaraJogja. id – Pengasuh Besar Fakultas Ilmu Sosial serta Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) Cornelis Lay meninggal negeri pada Rabu (5/8/2020) pagi. Mencuaikan berita lelayu, kabar ini disampaikan secara langsung oleh UGM. Cornelis mengembuskan napas terakhir sekitar jam 04. 00 WIB di Panti Sakit Panti Rapih, Yogyakarta.

Jenazah direncanakan akan dimakamkan pada Kamis (6/8/2020) sekitar memukul 114. 00 WIB di makam UGM Sawitsari, Sleman Yogyakarta. Jenzaha juga disemayamkan di Balairung UGM sekitar pukul 13. 00, menuju dari rumah duka pukul 1200 WIB.

Cornelius Lay dikukuhkan sebagai guru gede pada 6 Februari 2019, saat berusia 60 tahun, Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) Fisipol UGM ini dikukuhkan di Rumah Senat, Gedung Rektorat UGM, dengan dipimpin oleh Dewan Guru Gembung (DGB) UGM.

Prof. Cornelis Lay dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Jalan Ketiga Posisi Intelektual: Konvergensi Kekuasaan dan Kemanusiaan” turut menyajikan hasil refleksi dia atas dilema yang dihadapi intelektual ketika berhadapan dengan kekuasaan.

“Usaha menemukan jalan ke-3 ini berangkat dari optimisme beta bahwa “all good things can go together”. Dalam hal tersebut, saya meyakini bahwa kekuasaan & ilmu pengetahuan lahir dan berkembang di atas cita-cita pembebasan bani adam dan pemuliaan kemanusiaan, ” membuka Profesor Cornelis Lay saat tersebut.

Dalam pengukuhannya tersebut, turut hadir sejumlah politikus lantaran PDIP seperti Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Djarot Saiful Hidayat. Tampak pula Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Mensesneg Pratikno, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menlu Retno, Menhub Akhlak Karya Sumadi dan sejumlah tipu lainnya.

Suami dari Jeanne Cynthia Lay Lokollo itu memang memiliki hubungan cukup depan dengan partai berlambang banteng itu. Hal ini ditunjukkan bagaimana jalan ia mengucapkan terima kasih pada Megawati Soekarno Putri dan getah perca tokoh PDIP waktu itu.

“Untuk Mbak Megawati Soekarnoputri, alm. Mas TK (Taufik Kiemas), dan tokoh-tokoh partai kebijakan terutama dari PDI hingga tingkatan PDI Perjuangan, ucapan terima iba saya haturkan untuk rangkaian pengalaman yang saya alami bersama, ” ucapnya saat itu.

Sosok yang juga sempat menjabat sebagai Kepala Research Center for Politics and Government (PolGov) dalam Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM ini juga dikenal jadi sosok yang mengidolakan Soekarno.

Kekagumannya pada presiden pertama RI tersebut ditunjukkan dengan aktifnya ia di Tindakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) semasa menempuh masa perkuliahan.