Teristimewa Ngomongin Menag, PA 212 Curhat Banyak Ulama Dicap Radikal

0
75

Suara. com – Persaudaraan Alumni 212 ataupun PA 212 mengeluhkan saat ini banyak ulama yang dicap pelampau. Selain itu sosok menteri pegangan sampai saat ini belum punya sikap untuk melawan radikalisme.

Malah, menurut dia banyak ulama yang dicap radikal.

Hal itu dianggap Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin. Saat komentar tersebut, Novel lagi berkomentar soal penjelasan kontroversi Menteri Agama Fachrul Razi yang menyebutkan cara masuk paham radikalisme ke lingkungan masjid, pemerintahan, BUMN, serta masyarakat, gampang sekadar.

Di antaranya, mengedrop orang berpaham radikal yang mempunyai level penguasaan Bahasa Arab elok dan hafal Al Quran ataupun disebut Fachrul Razi “anak good looking. ”

Patuh Novel, paham radikalisme hanya isu gorengan untuk kepentingan politik penguasa.
PA 212 menilai informasi tersebut hanya untuk menutupi gempuran terhadap ideologi Pancasila.

“Menag sangat tidak pernah memiliki sikap untuk melawan berbagai wujud penistaan agama dan kriminalisasi ustaz justru penegak ajaran Islam dengan benar dicurigai terus sebagai paham radikal padahal yang radikal dan sesat adalah ormas yang mempersekusi ulama dan menyerang hilafah, ” kata Novel Bamukmin, kepada Suara. com, Jumat (4/9/2020).

Lebih lanjut, Novel meminta malah agar Menag fokus saja memperdayakan seluas-luasnya para penghafal Al Alquran. Menurutnya hal itu jauh bertambah penting.

“Karena itu adalah aset bangsa yg berharga karna para hafiz tersebut sangat dibutuhkan saat ini, ” tandasnya.

Radikalisme Lewat Anak Good Looking

Pernyataan Menteri Pegangan Fachrul Razi yang menyebutkan jalan masuk paham radikalisme ke dunia masjid, pemerintahan, BUMN, serta umum, gampang sekali.