Mengobarkan Ban di Depan Polrestabes Bandung, Mahasiswa Desak Polisi Bertanggungjawab Penyerangan Unisba

0
63

Kawula Aksi membakar ban di ajaran Mapolrestabes Bandung, tuntut Kapolrestabes Bandung meminta maaf atas tindakan represifitas aparat kepolisian, Kamis (12/10/2020). (Foto: Emi La Palau)

SuaraJabar. id porakporanda Mahasiswa Universitas Agama islam Bandung (Unisba) menggelar aksi muncul rasa di depan Mapolrestaber Bandung, jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin (12/10/2020). Mereka menuntut polisi unutk bertanggungjawab atas aksi kekerasan kepada massa aksi yang dilakukan sebab polisi pada gelaran aksi penolakan UU Cipta Kerja pada 6-8 Oktober 2020 lalu.

Massa juga meminta agar petugas bertanggungjawab atas penyerangan Kampus Unisba pada 7 dan 8 Oktober 2020 serta pemukulan terhadap petugas keamanan Kampus Unisba Bandung.

Dari pantauan Suarajabar. id, massa mulai bergerak dibanding Kampus Unisba di Jalan Tamansari menuju Polrestabes Bandung pada 13. 30 WIB.

Pantauan Suarajabar. id di lapangan, pengikut aksi mulai bergerak dari kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) Tamansari, menuju ke Polrestabes Bandung sekira pukul 13. 30 WIB. Mahasiswa sempat berhenti di simpang Bandung Indah Plaza-Dago unutk membakar ban dan menyampaikan aspirasinya. Setelah kaum menit masa kemudian bergerak menuju Mapolrestabes Bandung.

Kericuhan antara Polisi & Satpam Kampus Unisba, Kota Bandung, Kamis (8/8/2020) malam. [Tangkapan layar Instagram @info.mahasiswaunisba]

“Kami menuntut Kapolrestabes untuk hadir & meminta maaf dan bertanggung berat atas tindakan represifitas pemukulan, interpretasi dan pengrusakan fasilitas kampus, pemukulan satpam yang dilakukan oleh aparat kepolisian, ” ujar Rei lengah seorang mahasiswa Unisba, dalam orasinya.

Mahasiswa lainnya di orasinya menuntut agar mahasiswa & masyarakat lainnya yang masih ditahan agar segera dibebaskan.

“Kami ingin mahasiswa yang sedang ditahan untuk dibebaskan, ” ungkap orator lainnya.

“Telah buta mata & hati polisi, bapak aparat barang apa keparat?, ” ungkap lainnya.

Sementara itu, Juru kata Forum Mahasiswa Indonesia, Harik mengungkapkan bahwa tujuan aksi mahasiswa menuntut pihak aparat menghentikan tindakan represifitas dan menuntut agar digelar wasit etik kepada oknum aparat.

“Hentikan represifitas, lakukan sidang kode etik pada aparat yang terlibat, ” ungkapnya.