KIPP Sumbar: Hampir Semua Paslon Langgar Protokol Kesehatan saat Kampanye

0
45

Ilustrasi pilkada serentak 2020. [Suara.com/Eko Faizin]

Namun demikian, tidak ada dengan melakukan teguran dari Satgas Covid-19.

SuaraRiau. id – Komite Independen Pemantau Pemilihan (KIPP) Sumatera Barat menyebut, hampir semua kampanye pasangan calon melanggar adat kesehatan. Namun demikian, tidak ada yang melakukan teguran dari Satgas Covid-19.

Hal itu dikatakan Ketua Komite Independen Pemantau Pemilihan (KIPP) Sumatera Barat, Samaratul Fuad dilansir dari Antara, Minggu (18/10/2020).

“Setiap paslon gubernur maupun bupati yang melakukan kampanye selalu mengenai protokol kesehatan, tetapi tidak tampak gugus tugas Covid-19 melarang ataupun menegurnya, ” kata Fuad.

Fuad menjelaskan, saat gerakan calon banyak masyarakat yang bergabung di luar ruangan. Hal itu seharusnya jadi kewenangan gugus tugas Covid-19.

Selain tersebut, kata Fuad, Sumbar juga telah punya Peraturan Daerah (Perda) Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) tetapi masa kampanye kenapa tidak diterapkan.

“Kami melihat Perda AKB tidak serius diterapkan, saat usaha banyak masyarakat berkumpul di tepi jalan tapi dimana gugus tugas saat itu, ” ujarnya.

Dia mengatakan, saat pilkada pengawasan partisipatif sangat diperlukan sebab petugas pengawas sangat terbatas.

Untuk memajukan pengawasan partisipatif, Bawaslu harus menggelar akses seperti Bawaslu harus mencetak laporan masyarakat dan apa sekadar tindakan yang dilakukan.

“Tidak cukup bawaslu mengatakan tersebut terjadi pelanggaran administrasi dan sudah diproses tetapi harus dipublisdan dijelaskan kepada masyarakat apa saja yang dilakukan kalau tidak cukup data dimana kurangnya, ” jelasnya.

Pantauan KIPP selama masa kampanye pelanggaran yang sering terjadi, yaitu tidak mematuhi protokol Covid-19 serta masih tersedia melibatkan anak.