Sedia Tingkatkan Hormon Bahagia? Olahraga & Makan dengan Benar Kuncinya!

0
82

Suara. com – Dopamin ataupun yang sering kali disebut secara hormon bahagia bisa menghasilkan perasaan senang. Tingkat dopamin sendiri bisa membantu mempelajari informasi baru serta memotivasi Anda.

Mempunyai cukup dopamin terkait dengan rendahnya risiko depresi, memiliki kehidupan bertambah bahagia, sehat, dan produktif. Peristiwa ini yang membuat peningkatan hormon dopamin diperlukan untuk kesejahteraan mental secara keseluruhan.

Melansir dari Insider , dopamin membantu orang mengikat tugas mana yang bermanfaat & tidak. Para peneliti menemukan bahwa peserta dengan tingkat dopamin dengan lebih tinggi cenderung mudah pokok.

“Dopamin membuat kita lebih terlibat, lebih mampu, ” kata Rashmi Mullur, MD, seorang ahli endokrinologi dan direktur pelajaran UCLA Health Integrative Medicine Collaborative.

Baca Serupa: Jadi Obat ADHD, Ini Fakta di Balik Amfetamin yang Dikonsumsi Medina Zein

Kadar dopamin sendiri mampu dikelola dengan perubahan gaya tumbuh dan intervensi medis, berikut adalah dua cara mudah meningkatkan dopamin Anda, antara lain:

Banyak Bergerak

Banyak gerak atau gerak dapat banyak membantu kesehatan mental seseorang. Suatu studi menunjukkan bahwa olahraga bisa memengaruhi kadar dopamin di otak manusia.

Sebuah studi tahun 2002 yang menggabungkan pemindaian PET (positron emission tomography) menunjukkan adanya pengembangan pelepasan dopamin di otak semasa peserta melakukan meditasi yoga nidra.

Para peneliti pula menemukan kemungkinan peningkatan kadar dopamin peserta selama melakukan pilates terutama untuk orang yang baru pulih dari gangguan penggunaan zat. Pilates dapat menangkal depresi, sedangkan gerak pada umumnya meningkatkan aktivitas sinaptik otak termasuk serotonin dan dopamin.

Baca Juga: 5 Cara Meningkatkan Dopamin dalam Awak, Enggak Susah!

Pola Makan Sehat

Makan makanan sehat mampu mengatur pelepasan hormon dopamin di dalam otak. “Mengonsumsi lemak sehat serta protein yang cukup berperan besar dalam pengaturan kadar dopamin, ” kata Mullur.

Sebuah studi tahun 2018 menemukan bahwa rendahnya kadar lemak omega-3 serta asam lemak tak jenuh berpasangan (PUFA) baik untuk fungsi budi. Kadar lemak omega-3 dan PUFA yang rendah dikaitkan dengan regulasi dopamin otak.

Ilustrasi Pola Makan Sehat. (Shutterstock)

Dengan umum, Mullur merekomendasikan beberapa model makan, antara lain:

  • Konsumsi sayuran dan buah-buahan
  • Konsumsi biji-bijian utuh seperti quinoa, oatmeal, dan barley
  • Konsumsi lemak bugar seperti alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, dan selai kacang
  • Konsumsi kacang-kacangan seperti kacang hitam, kacang merah, lentil, dan asing sebagainya.