Malioboro Bebas Kendaraan Bermotor, Pedagang Protes Sepi Pembeli

0
64

Video protes pedagang Malioboro. awut-awutan (Twitter/@BuruhYogyakarta)

Secara berapi-api ia mempertanyakan kenapa kebijakan ujicoba yang dilakukan pemerintah malah membuat pedagang dan rakyat kecil menjadi kelinci percobaan.

SuaraJogja. id – Kebijakan uji coba Malioboro tanpa kendaraan bermotor sudah mulai dilakukan sejak Selasa (3/11/2020). Rencananya tidak ada kendaraan bermotor yang melewati ruas ulama ikon pariwisata Yogyakarta tersebut semasa dua pekan. Hanya beberapa organ tertentu seperti Trans Jogja yang boleh melewatinya dan kendaraan di keadaan darurat.

Akun twitter @BuruhYogyakarta membagikan video seorang pria diduga salah satu distributor di Malioboro yang melakukan gerak-gerik protes atas kebijakan tersebut. Secara kamera depan, ia menanyakan kenapa kebijakan ujicoba yang dilakukan pemerintah Kota Yogyakarta menjadikan mereka jadi kelinci percobaan.

Dalam video berdurasi 29 detik tersebut, pria berkulit sawo matang ini menyebutkan ‘bapak-bapak pemerintah Jogjakarta kota’ atau para petinggi dalam pemerintah Kota Yogyakarta. Sambil berkeliling, ia menunjukkan suasana Malioboro yang sepi jauh dari biasanya.

Pedagang kaki lima yang mengais rejeki disana hening dari pengunjung. Begitu juga secara para pengayuh becak yang tidak kebagian penumpang. Dengan berapi-api ia mempertanyakan kenapa kebijakan ujicoba dengan dilakukan pemerintah justru membuat penyalur dan rakyat kecil menjadi kelinci percobaan.

“Kalian memang ujicoba, tapi mengapa kami yang kalian jadikan kelinci percobaan, ” ujar Pria itu penuh jiwa.

Pemberlakun kebijakan tes coba kawasan Malioboro nampaknya mendatangkan kesedihan bagi pedagang kaki lima disana. Sebab, kebijakan tersebut mendirikan berkurangnya pengunjung yang beberapa keadaan belakangan ini banyak menyerbu tanda pariwisata Kota Yogyakarta tersebut.

“Semangat kawan-kawan dalam Malioboro. Saya juga pingin ngomong gini pas tadi bingung timah searahnya banyak & macet, ” tulis akun @BuruhYogyakarta dalam cuitannya.

Sejak diunggah Selasa (3/11/2020), video itu sudah ditayangkan bertambah dari 16 ribu kali. Ada 800 lebih yang menekan petunjuk suka dan 300 lainnya membagikan ulang. Tidak sedikit juga warganet yang memberikan tanggapan di kolom komentar.

Video protes pedagang Malioboro. kacau (Twitter/@BuruhYogyakarta)

Menentang video protes pedagang Malioboro DISINI

“Ingat, warga jogja menolak demo anarkis di Malioboro. Eh maaf bukan warga Jogja yang menolak tapi pedagang Malioboro, ” tulis akun @adhikapentet.

“Habis ini dengan kemaren katanya orang-orang Malioboro menegah demo, bakalan demo gak ya? Ironi, ” perkataan akun @septiadhiw.

“Itu sudah saya kritik minggu lalu namun tidak ada yang merespon dari mana pun. Kebijakan 1 arah itu dimana kendati jauh menyulitkan warga kota daripada 2 arah. Saya tidak terang kok @PemkotJogja dan @humasjogjakota kok tidak mau belajar dari kegagalan 1 arah di Sarkem zaman, Jalan Simajantuk, Lempuyangan, dll, ” tanggapan akun @Darmaningtyas.

Sementara akun @mondong1234 mengatakan, “Mungkin sekarang Malioboro bukan untuk kalangan menengah ke bawah. ”