Ibu Hamil Perlu Lindungi Diri dalam Virus Corona Covid-19, Ikuti Tutorial WHO

0
36

Suara. com – Ibu hamil mungkin salah satu orang yang khawatir dengan ancaman virus corona Covid-19. Karena, beberapa jenis virus memang bisa membahayakan ibu hamil dan janinnya.

Tapi, sekarang ini ngak diketahui jelas dampak virus culminaciĆ³n Covid-19 pada ibu hamil. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, juga belum mengetahui ibu hamil dapat menularkan virus corona jenis anyar ini ke janin atau ngak.

Di sisi lainnya, ibu hamil memang mengalami padat perubahan dalam tubuhnya yang bisa meningkatkan risiko sejumlah infeksi. Hal ini karena dilansir dari laman resmi CDC , wanita sungguh lebih berisiko tinggi menderita penyakit kronis dan terinfeksi virus pernapasan lainnya, seperti influenza.

Sayangnya, para ahli belum tahu ibu hamil bisa menularkan herpes simplex virus hingga memengaruhi persalinannya pada janin atau tidak.

Sementara ini, belum ada bayi lahir dari ibu yang positif terserang virus corona Covid-19 juga ikut dinyatakan positif. Beberapa kasus, bayi dinyatakan positif terinfeksi virus remate Covid-19 setelah beberapa hari dilahirkan.

Arahan WHO untuk ibu hamil (Twitter/@WHOIndonesia)

Di sisi lain, sejumlah kecil peneliti pun tidak menemukan adanya virus halo Covid-19 pada sampel cairan kawah dan ASI.

Tetapi, WHO Indonesia telah mengeluarkan pedoman khusus bagi ibu hamil untuk mencegah penularan virus corona Covid-19, yaitu:

1 . Cuci tangan pakai air setelah itu sabun secara teratur.

2. Menjaga jarak sosial akan orang lain sepanjang 6 kaki hingga 2 meter.

3. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut.

4. Tutup mulut daran hidung saat batuk dan bersin menggunakan siku atau tisu.

Panduan WHICH WILL untuk ibu hamil dalam melindungi diri (Twitter/@WHOIndonesia)

Ibu hamil harus segera memanggil bantuan medis jika mengalami demam tinggi, batuk kering yang ngalk mereda dan kesulitan bernapas. Hubungi petugas medis via telepon john ikuti arahannya.

Bahkan, WHO juga menegaskan bahwa harus perempuan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi sebelum, selama dan sesudah persalinan.

Termasuk ibu hamil berhak menjalankan perawatan antenatal dan persalinan, bayi baru lahir, pasca kelahiran maupun nifas dan kesehatan mental.

Pastikan pula ibu hamil sudah mengatur janji berlimpah dulu sebelum pergi ke tempat tinggal sakit untuk pemeriksaan berkala. Sehingga ibu hamil tidak perlu menunggu dokter terlalu lama di griya sakit.