Duh, Kandungan Gula di Susu Formula Ternyata Lebih Tinggi dari Minuman Soda

0
389

Suara. com – Duh, Kandungan Gula di Susu Formula Ternyata Lebih Tinggi dari Minuman Soda .

Sebuah penelitian baru mengungkapkan kekhawatiran tentang kadar gula dalam susu formula bayi. Di dalam beberapa kasus disebut bahwa kadar gula pada susu formula bisa mencapai dua kali lipat dri kadar minuman bersoda.

Para peneliti menemukan bahwa susu formula siap minum untuk bayi di bawah 12 bulan ditemukan mengandung sebanyak 8, 7 g gula tambahan per 100 mililiter. Jumlah itu dua kali lipat lebih banyak dibanding minuman bersoda yang hanya 4, 6 gram gula per 100 mililiter.

Ilustrasi susu. (Pixabay)

Temuan ini cukup mengkhawatirkan mengingat yakni cukup banyak perempuan yang memberikan susu ini untuk buah hatinya. Penelitian ini dilakukan oleh Gemma Bridge, dari Universitas Leeds Beckett, dan Profesor Raman Bedi, profesor kesehatan mulut transkultural di King’s College London.

Mereka telah memperingatkan bahwa gula dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan untuk anak-anak, termasuk obesitas dan kerusakan gigi. Susu dengan gula terbanyak, 8, 7g, setara dengan dua sendok teh, yang juga melebihi batas yang direkomendasikan Parlemen Eropa untuk bayi 7, 5g for each 100ml.

Peneliti menyarankan bahwa susu formula mengandung begitu banyak gula karena rasa manis alami ASI. Sebagai informasi, ASI sendiri dapat mengandung sebanyak 7g gula, tetapi secara alami itu merupakan laktosa yang secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan bayi.

“Meskipun manis dan berenergi tinggi, gula utamanya laktosa, kandungannya khusus untuk kebutuhan bayi yang sedang tumbuh, “kata temuan tersebut.

Sebaliknya, susu formula mengandung gula tambahan contohnya sirup jagung, yang ditambahkan selama produksi dan tidak ditemukan di dalam ASI. Ini buruk bagi bayi karena konsumsi tinggi gula tambahan dapat menyebabkan kerusakan gigi, pola makan yang buruk dan mengakibatkan obesitas pada anak-anak.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Uk Dental Journal itu juga mengklaim bahwa beberapa produsen susu method mempromosikan penggunaannya bisa menggantikan ASI. Ini akan melanggar aturan Organisasi Kesehatan Dunia.

Oleh karena itu penyusun studi sekarang menyerukan peraturan yg lebih ketat di industri.