Kacau Wabah Corona, Warga Solo Dorong Pemakaman Jenazah Asal Luar Praja

0
181

SuaraJawaTengah. id – Warga Sangkrah, Pasar Kliwon, Kota Solo menolak jenazah yang akan dimakamkan pada wilayahnya pada Senin (6/4/2020). Perlawanan dilakukan warga, lantaran jenazah tersebut tidak tercatat sebagai warga setempat.

Selain itu, warga juga khawatir jika jenazah itu merupakan Korban Virus Corona ataupun Covid-19.

Dari petunjuk yang didapat Solopos. com-jaringan Bahana. com dari Lurah Sangkrah Eka Budi Mulyana, jenazah yang ditolak warganya tersebut diketahui ber-KTP serta lebih lama tinggal di Surabaya.

“Warga was-was, sebab yang hendak dimakamkan ini telah lama tinggal di Surabaya. Tahu-tahu pas meninggal kok dimakamkan di Solo. Sebenarnya jenazah masih dalam ambulans, jadi tidak tahu masuk ODP, PDP, atau sampai tentu corona. Juga tidak melihat barang apa petugasnya mengenakan alat pelindung muncul [APD], ” katanya kaya diberitakan Solopos. com pada Senin (6/4/2020).

Kronologi penolakan bermula saat awak ambulans meminta izin pengurus RT untuk menanamkan jenazah di wilayah tersebut. Namun karena was-was akan wabah Virus Corona, jenazah yang hendak dimakamkan itu ditolak setelah diketahui bukan warga Solo.

“Kejadiannya pukul 05. 00 WIB. Sungguh, karena bukan warga Solo, mereka punya alasan. Kemudian pemakaman tak jadi, ambulans langsung pergi. Tak ada ramai-ramai, ” jelasnya.

Penolakan tersebut juga memiliki respons dari Wali Kota Tunggal FX Hadi Rudyatmo. Rudi, sapaan FX Hadi Rudyatmo, mengaku sungguh belum mendapat laporan penolakan jenazah itu.

Namun, dia menilai penolakan tersebut menjadi wajar, lantaran jenazah yang ditolak di Sangkrah berasal dari praja lain. Bahkan, ia mengatakan sepantasnya pemakaman jenazah warga luar praja harus berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

“Semestinya koordinasi secara pemerintah dulu. Kalau langsung hadir, kemudian ditolak warga. Ya, awak sudah benar. Tapi, kalau jenazah itu warga Solo sendiri, sungguh enggak boleh ditolak, ” katanya.

Rudy menambahkan, koordinasi menjadi kunci di dalam hal ini. Apalagi jenazah dengan ditolak saat hendak dimakamkan di Sangkrah adalah warga Surabaya.

“Kalau betul itu dari Surabaya, lalu dimakamkan di Solo, ya, koordinasi dengan pemerintah. Sesungguhnya, saya sendiri tidak ada masalah kalau ada koordinasi. Warga Soloraya, juga enggak masalah. Tapi jika warga Surabaya lalu dimakamkan disini, itu namanya cari masalah, ” ucapnya.

Rudy, mengucapkan penolakan pemakaman jenazah menjadi marak beberapa waktu terakhir. Apalagi kalau jenazah itu diduga sebagai objek corona.

Meski serupa itu, warga Solo tidak boleh menumpukan pemakaman jenazah orang dalam penilikan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), maupun terkonfirmasi positif Corona.