Rencana Padat Karya, Kemnaker Beri Tumpuan Kegiatan Wirausaha pada Pekerja

0
152

Suara. com – Jika biasanya pemerintah membangun infrastruktur sebagai arah dari Program Padat Karya, kesempatan ini, pemerintah melakukan program ini berbentuk penyemprotan disinfektan yang melibatkan pelaku yang terkena pemutusan hubungan kegiatan (PHK) atau dirumahkan akibat Covid-19. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga menganjurkan bantuan kegiatan wirausaha kepada para pekerja.

Hal ini dikemukakan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, saat mengunjungi Kawasan Industri Usaha Pengupasan Bawang di Dukuh Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2020).

“Jika biasanya padat karya infrastruktur tersebut membangun infrastruktur, kali ini kita arahkan untuk penyemprotan disinfektan dengan melibatkan teman-teman pekerja yang ter-PHK atau dirumahkan. Kami juga menganjurkan bantuan kegiatan wirausaha kepada para pekerja itu, ” katanya.

Menaker menjelaskan, Program Penuh Karya infrastruktur merupakan program regular Kemnaker. Namun di tengah pandemi Covid-19, program ini diarahkan buat membantu pekerja yang terdampak pandemi Covid-19.

Penyemprotan disinfektan merupakan bagian dari Program Padat Karya infrastruktur kebersihan lingkungan.

Program ini telah dikerjakan di 4 lokasi, yaitu pada Pulau Gebang, Marunda, Cakung dan Tebet. Tiap kegiatan melibatkan 70 pekerja yang dilakukan secara bergilir sesuai dengan protokol kesehatan.

Menaker, Ida Fauziyah, dalam penyemprotan disinfektan, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2020). (Dok: Kemnaker)

Selain penuh karya, program lain yang telah berjalan adalah Program Kartu Pra Kerja.

“Harapan kita, program ini bisa menolong teman-teman yang di-PHK atau dirumahkan, sambil menunggu program Kartu Pra Kerja secara bertahap terealisasi, ” jelas Menaker.

Selain penyemprotan disinfektan, Ida juga membagikan masker dan hand sanitizer kepada masyarakat di belakang pasar Induk Kramat Jati.

“Ingat, selalu gunakan kedok, jangan dilepas-lepas kalau ke luar rumah. Sering mencuci tangan secara air yang mengalir, menggunakan bubuk, kalau tidak gunakan hand sanitizer, dan tetap di rumah buat mencegah penyakit akibat kerja, “ pesan Ida kepada para ibu-ibu pengupas bawang merah yang padahal bekerja di depan rumahnya.

Ia menambahkan, penyemprotan awahama diharapkan dapat membantu industri daya kecil dan menengah (UKM), biar tetap terjaga eksistensi usahanya dan terhindar dari penularan Covid-19. Menaker menambahkan, pandemi Covid-19 sangat memukul kondisi sosial dan ekonomi nasional.

Kondisi ini memproduksi sejumlah perusahaan mengambil inisiatif untuk melakukan efisiensi.

“Sebelum sampai PHK, tentu banyak pilihan-pilihannya. Kita berharap kepada teman-teman pengusaha, benar-benar PHK dijadikan upaya terakhir, ” ujarnya.

Menaker mengatakan, ada langkah lain dengan dapat diambil untuk menghindari PHK, seperti efisiensi biaya produksi, menekan upah pekerja tingkat manajerial & direksi, mengurangi waktu kerja, atau merumahkan sementara pekerja secara berputar.