Semasa Lockdown, Kasus KDRT di Rusia Naik Dua Kali Lipat

0
350

Suara. com – Rusia sebagai negara tetangga dari China, juga ikut terkena virus corona. Sebagai salah mulia penanganan, Rusia menerapkan aturan lockdown yang menyebabkan dampak lain.

Selama lockdown di Rusia, Menurut komisioner hak asasi bani adam Rusia, kasus kekerasan dalam vila tangga yang dilaporkan meningkat bertambah dari dua kali lipat.

Menurut Tatyana Moskalkova, aktivis HAM Rusia pada hari Selasa (05/05) keluhan dan laporan naik dari sekitar 6. 000 urusan di bulan Maret menjadi lebih dari 13. 000 di bulan April 2020, dilansir dari The Guardian.

Pernyataan tersebut datang seminggu setelah polisi Rusia mengatakan jumlah kejahatan domestik turun 13% selama lockdown, dibandingkan dengan bulan dengan sama pada tahun lalu.

Laporan tersebut ditolak oleh beberapa aktivis hak-hak perempuan karena dianggap tidak akurat, menurut mereka banyak korban tidak melaporkan kekerasan dalam rumah tangga kepada petugas.

Meningkatnya jumlah kebengisan dalam rumah tangga juga dilaporkan beberapa negara di Eropa setelah menerapkan aturan lockdown.

Kekerasan tersebut muncul karena frustrasi akibat isolasi yang dipaksakan, didorong oleh meningkatnya penggunaan alkohol dan kendala ekonomi. Perempuan dan anak-anak biasanya yang menjadi korban.

Di Spanyol, bagian panggilan ke pusat bantuan buat kekerasan dalam rumah tangga terangkat 30, 7% hingga 14 Maret, ketika lockdown diberlakukan. Di Inggris juga naik 49% pada pangkal April dibandingkan dengan rata-rata di periode yang sama di tarikh sebelumnya.

Federasi Simpati Wanita Nasional Perancis mengatakan selalu terdapat kenaikan dua hingga tiga kali lipat ke hotline yang mereka jalankan, sejak Prancis menetapkan kuncian pada 17 Maret.

Sementara dalam Yunani, aduan mengenai kekerasan dengan masuk naik hingga empat kali lipat sejak lockdown yang dimulai pada 23 Maret 2020.