Langsung PHK, Sejumlah TKI di Hong Kong Terjebak dan Tak Memiliki Tempat Tinggal

0
351

Suara. com – Konsekuensi dari virus corona atau Covid-19 membuat banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Hong Kong menemui Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Selain kehilangan pekerjaan, banyak dari mereka tidak bisa pulang ke Nusantara karena tak diizinakan bepergian pada tengah pandemi.

Agen Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Hong Kong, Nur Halimah mengucapkan PHK ini dialami banyak TKI karena tempat bekerjanya tutup atau majikannya mengalami kesulitan keuangan.

Begitu mereka di PHK, Nur menilai pulang ke Nusantara ternyata bukan pilihan, mereka terpaksa harus melakukan overstay atau status di negara lain lebih daripada waktu yang diizinkan.

“Ketika PHK sepihak terjadi sedangkan kita belum siap untuk pulang ke Indonesia, otomatis akhirnya kita ada yang mengambil langkah overstay dengan pemikiran bisa bekerja, ” ujar Nur saat melakukan gambar konferensi bersama Human Rights Working Group (HRWG), SBMI dan Jaringan Buruh Migran (JBM), Minggu (10/5/2020).

Kendati demikian, Pemerintah Hong Kong disebutnya memberikan persetujuan tambahan waktu tinggal karena perihal penyebaran corona. Namun hal tersebut dinilai sebagai masalah baru.

Pasalnya mereka kini sudah di PHK dan tak memiliki tempat tinggal. Pihak Pemerintah Hong Kong dan Indonesia disebutnya tidak menyampaikan solusi atas hal ini.

“Pemerintah Indonesia tidak menyimpan agen apalagi. Agen tidak kira-kira mau dalam kondisi seperti itu karena kita sudah putus janji, tidak punya majikan, ” jelasnya.

Imbasnya, penuh TKI yang akhirnya memaksa mengaduk-aduk pekerjaan lain yang tidak bertemu dengan perizinan. Tindakan ini diambil karena mereka tak memiliki sandaran dan perlu tempat tinggal dan makanan.

“Jika kita tidak difasilitasi akhirnya kita melaksanakan pekerjaan ilegal. Misalnya dengan part time, itu ilegal, ” pungkasnya.