Menlu China: ‘Virus Politik’ Dorong Perang Dingin AS dan China

0
389

Suara. com – Menteri Luar Negeri China memberikan pernyataan terkait hubungan kurun negaranya dan Amerika Serikat yang kian memanas selama pandemi Covid-19.

Menurut Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, suatu “virus politik” menyebar di Amerika Serikat, yang membuat para politikus mengambil setiap kesempatan untuk menyerbu dan mendiskreditkan China.

Menyadur Strait Times , ia menyatakan hubungan Amerika Serikat dan China sekarang itu sedang di ambang perang lega. Ketegangan kedua negara tersebut disebabkan karena pandemi virus corona, Hong Kong, dan lainnya.

“Virus politik yang menyebar di AS ini dapat menyerang dan memfitnah China. Beberapa politisi mengabaikan fakta-fakta dasar, membuat banyak kepura-puraan, dan teori konspirasi melawan China, ” kata Wang.

Presiden Donald Trump dan penguasa AS lainnya menuduh pemerintah Beijing salah dalam menangani wabah Covid-19, menunjukkan virus corona muncul dari laboratorium di Wuhan dan menuntut penyelidikan tentang asal-usul virus.

Menurut Wang, China terkuak untuk bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mencari asal-usul Covid-19, penyelidikan seperti itu tidak harus dipolitisasi.

Dia serupa mengatakan tuntutan hukum yang diluncurkan Amerika Serikat yang bertujuan mencari kompensasi dari China atas keburukan yang disebabkan Covid-19, tidak memiliki bukti nyata, hukum, atau preferensi internasional.

“Jika ada yang mengira mereka dapat menggunakan beberapa tuntutan hukum yang menggelikan untuk merusak kedaulatan serta martabat China, atau merampas anak buah China dari hasil yang itu peroleh dengan susah payah, mereka mempermalukan diri mereka sendiri, ” katanya.

Terlepas dari kritiknya terhadap AS, Wang selalu mendesak kedua belah pihak buat “berkomunikasi dan mengoordinasikan kebijakan makro untuk mengurangi dampak Covid-19” dalam ekonomi global.

Kedua negara adikuasa itu harus menemukan cara untuk tumbuh berdampingan secara damai terlepas sejak perbedaan yang ada. Wang serupa mengatakan bahwa China dan GANDAR memiliki banyak perselisihan tetapi tersebut tidak menghalangi untuk membuat sebuah kerja sama.