Tak Ada Kasus Lokal, Thailand Laporkan 9 Kasus Virus Corona Memasukkan

0
157

Suara. com kacau Tidak Ada Kasus Lokal, Thailand Laporkan 9 Kasus Virus Corona Impor

Thailand balik melaporkan adanya sembilan kasus segar virus Corona Covid-19. Kabar baiknya, seluruh kasus tersebut merupakan kasus impor dan bukan penularan lokal.

Dilansir Anadolu Agency, juru bicara Pusat Administrasi Situasi Covid-19 (CCSA) Pemerintah Thailand Taweesilp Visanuyothin mengatakan seluruh pasien anyar itu kini dirawat di fasilitas karantina negara.

Dengan penambahan itu, ujar Taweesilp, total infeksi di Thailand kini menjadi 3. 054 kasus, kutip the Bangkok Post.

Kejadian baru itu, dialami oleh enam pelajar laki-laki berusia 23-33 dengan kembali dari Arab Saudi menggunakan pos pemeriksaan perbatasan Padang Luhur di Distrik Sadao Songkhla dalam Minggu.

Para pelajar itu menggunakan penerbangan repatriasi dengan dioperasikan oleh Malaysia dan datang di Kuala Lumpur, sebelum mengikuti provinsi di Thailand bagian selatan dengan bus, ujar Taweesilp.

Tiga di antaranya datang dari Provinsi Songkhla, sedang lainnya dari Provinsi Yala, Pattani dan Narathiwat.

Taweesilp mengatakan setelah ini pos pemeriksaan perbatasan Padang Besar perlu ditutup sementara untuk desinfeksi.

Sementara dua pasien baru yang lain adalah laki-laki Thailand berusia 18 dan 27 yang saja kembali dari Amerika Serikat pada 12 Mei lalu.

Mereka dikarantina di Daerah Chon Buri, tidak memiliki petunjuk namun dinyatakan positif pada Selasa.

“Ini mendorong kita untuk berpikir bahwa karantina 14 hari mungkin tidak cukup, kita perlu memperpanjang periode karantina bertambah dari 14 hari, ” ujar Taweesilp.

Sedang kepala pasien lainnya adalah tukang memijit Thailand, 34, yang kembali dari Qatar Jumat lalu dan dikarantina di Provinsi Samut Prakan.

“Penyedia layanan dengan kontak fisik harus sadar bahwa mereka berisiko, ” kata Taweesilp.

Selain itu, ujar Taweesilp, dua pasien kembali pulih dari infeksi Covid-19.

Sehingga kini total 2. 931 telah pulih dengan tingkat pemulihan 96 persen. Sedang korban meninggal tetal 57, imbuh Taweesilp.