Tiba Sabtu 30 Mei, Tempat Ibadah di Kota Bandung Dibuka Teristimewa

0
362

SuaraJabar. id – Pemerintah Tanah air Bandung membolehkan sejumlah tempat peribadatan untuk kembali menerima jemaah sesudah beberapa waktu ditutup karena pandemi Covid-19. Namun, jumlah daya tampung jemaah di tempat peribadatan hanya dibatasi 30 persen dari kapasitas yang tersedia.

Pemberlakuan tersebut dimulai saat pembatasan baik berskala besar (PSBB) secara proposional di Kota Bandung diterapkan dalam Sabtu (30/5/2020).

“Tempat ibadah juga kita batasi 30 persen. Tapi tentu semuanya dengan protokol kesehatan yang ketat, ” kata Wali Kota Oded M Danial seperti dilnasir Antara pada Bandung pada Jumat (29/5/2020).

Apabila ada jemaah yang tidak masuk ke dalam batas kapasitas sebesar 30 persen, oleh sebab itu dimohon untuk mengantre dan mendaftarkan rombongan selanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Tanah air Bandung Ema Sumarna menjelaskan, di setiap keluar masuk tempat peribadatan, bakal dilakukan sejumlah pemeriksaan yang serasi dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Misalnya kapasitasnya 30 orang, yang boleh masuknya 10 orang, kalau ada 11 orang, yang 1 nunggu di asing. Pokoknya maksimum 30 persen. Protokolnya harus ketat, pakai thermo gun, ” kata Ema.

Dia juga mengatakan, tidak mengunci kemungkinan pembatasan-pembatasan ini bakal semakin dilonggarkan. Lantaran itu, dia berharap seluruh pihak dapat lebih peraturan dalam menyikapi PSBB jilid keempat di Kota Bandung.

“Peribadatan boleh tapi 30 persen, karena kita masih daerah kuning. Kalau kita ingin menak, mari kita disiplin semua, tenggat menuju hijau, ” katanya. (Antara)