Sebelum Mulai Kegiatan Belajar, Ribuan Santri Lirboyo Wajib Isolasi Mandiri

0
284

SuaraJatim. id kacau Memasuki masa kesibukan belajar mengajar, ribuan santri dalam Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Tanah air Kediri yang baru tiba tetap menjalani isolasi mandiri selama besar minggu.

“Kedatangan santri secara bertahap dari total segenap 28. 000, yang hari itu kami jadwalkan datang 10 persen, sekitar 2. 500 santri, ” kata Juru Bicara dan Kepala Pesantren Tangguh Ponpes Lirboyo Praja Kediri KH Abdul Muid Shohib seperti dilansir Antara di Kediri, Sabtu (20/6/2020).

Ia mengatakan, kebijakan untuk mengizinkan para-para santri kembali ke pesantren sudah dimusyawarahkan. Santri yang masuk ke pondok berasal dari wilayah Kediri dan sekitarnya, seperti Tulungagung, Blitar, hingga Nganjuk.

Sebelumnya, mereka juga sudah isolasi mandiri di rumah masing-masing selama dua pekan. Dia menambahkan, santri dengan hendak kembali ke pesantren masa keberangkatan juga harus dikoordinasikan dengan organisasi alumni. Sebelum berangkat, dilakukan screening apakah santri benar menyelenggarakan isolasi mandiri atau tidak, kemudian dicek apakah daerahnya termasuk kawasan yang tingkat penyebaran Covid-19 agung.

“Kalau memang tak dalam kondisi sehat, akan dilarang kembali ke pesantren agar memulihkan kondisinya dulu. Atau jika daripada daerah yang merah, kami minta tidak kembali (dulu) ke pondok. Sampai di pesantren juga ana periksa kesehatan dan beri petunjuk, ” ujar dia.

Baca Juga: Peduli Gizi Santri Saat New Normal, Ponpes Nurul Ulum Siapkan Menu Non MSG

Ia menambahkan, para santri masa tiba di Pesantren Lirboyo Kediri akan dimasukkan ke asrama serta dilakukan isolasi mandiri selama dua pekan. Dia juga memberikan pujian karena dalam kegiatan ini juga dibantu dari polisi, tim medis, serta TNI. Santri saat muncul di pesantren juga harus cuci tangan dengan sabun, lalu antre satu per satu melewati barak penyemprotan disinfektan, lalu dicek suhu tubuhnya satu per satu.

Sementara itu, terkait dengan kegiatan selama isolasi mandiri mau dilakukan pengajian, istigatsah maupun olahraga, sedangkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di pesantren akan dilakukan sekitar satu bulan ke depan.

“Untuk kegiatan madrasah formal baru dimulai satu kamar ke depan. Jadi, tidak tepat saat ini. Kami tetap terapkan untuk kelas maksimal 30 anak, jarak minimal 1, 5 meter, ” kata Gus Muid, sapaan KH Abdul Muid.

Baca Juga: Jelang Era New Normal Ponpes Nurul Ulum Blitar Siapkan Gedung Baru

Dalam kesibukan ini, ada sekitar 120 awak polisi yang diperbantukan untuk proteksi. Selain dari polisi, juga dibantu TNI. Pengamanan kegiatan kedatangan para-para santri itu berlangsung selama besar hari, yakni Sabtu dan Minggu (20-21/6), membantu pengamanan kedatangan santri Lirboyo. (Antara)

Info tentang Data HK