Mangkel Belum Juga Bayar Utang Rp 7, 5 Juta, Irvan Kelam Mata Tusuk Udin

0
343

Suara. com – M. Irvan (44) warga Kelurahan Selat Barat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, tega menusuk H. Bahrudin alias H. Udin dikarenakan kasus utang.

Insiden pembunuhan terjadi pada, Senin (29/6/2020) suangi, sekitar pukul 22. 00 WITA di Jalan Alalak Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Sudah membunuh korban, Irvan pun kabur dan sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Pelarian Irvan berakhir pada, Rabu (1/7/2020) pagi buta sekitar pukul 04. 00 WITA.

Tim Gabungan dibanding Unit Reskrim Polsek Banjarmasin Melahirkan, Unit Jatanras Sat Reskrim Polresta Banjarmasin, dan Unit Resmob Polda Kalsel berhasil meringkusnya di Pangkalan Trisakti Banjarmasin.

Masa itu, pelaku pembunuhan ini hendak kabur ke Surabaya, Jawa Timur, dengan menggunakan tranportasi laut.

Baca Juga: Sidik Murka Lihat Chat Pria di HP, Pacar Dicekik hingga Dibuang ke Empang

“Akhirnya pelaku berhasil kami ringkus setelah buron selama besar hari usai melakukan pembunuhan terhadap korban, ” ucap Kapolsek Banjarmasin Utara AKP Gita Suhandi SIK di Banjarmasin, Rabu (1/7/2020), dikutip dari Antara .

Usai tertangkap, pelaku langsung digiring ke Polsek Banjarmasin Utara guna dilakukan pemeriksaan serta proses hukum lebih lanjut.

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang informasi berupa satu unit pistol macam Air Softgun dan satu bilah pisau belati.

Baca Juga: Ibu Tega Bunuh Bayi Sendiri, Dicekoki Cairan ASam Sulfat

Berdasarkan pengakuan tersangka, dirinya tega membunuh H. Udin, warga Kayu Tangi Ujung, dikarena kesal sebab utang sebesar Rp 7, 5 juta belum juga dibayar.

Pelaku telah beberapa kali menagih utang tersebut. Namun korban belum juga membayarnya.

Bahkan, kata pelaku, korban pernah mengajaknya berkelahi serta tidak pernah menunjukkan itikad molek saat ditagih utang.

“Utang yang saya tagih pada korban itu merupakan duit sewa truk, ” ujarnya yang menikam tubuh korban sebanyak tujuh kala hingga akhirnya H. Udin mati.

Pelaku pembunuhan M. Irvan telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 351 Bagian 3 KUHP tentang Penganiayaan, secara ancaman hukuman 7 tahun pasung penjara.