Penuh Buruh Hamil Keguguran, Buruh Es Krim Aice Demo di Aliran DPP PKB

0
115

Perkataan. com – Federasi Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan (F-SEDAR) yang menaungi ratusan buruh es krim Aice dalam Serikat Tindakan Buruh Bumi Indonesia PT Alpen Food Industry (SGBBI PT AFI) kembali menggelar aksi unjuk rasa.

Mereka menggelar ulah menuntut perbaikan upah dan suasana kerja buruh es krim Aice di depan Kantor DPP PKB, Kedutaan Besar Singapura, dan Kementerian Ketenagakerjaan, pada Minggu (5/7/2020).

Juru Bicara F-SEDAR Sarinah mengemukakan sejak tanggal 20 Februari 2020, buruh PT Alpen Food Industry yang tergabung dengan SGBBI PT AFI berjuang untuk memperbaiki upah dan kondisi kerja dengan melakukan aksi mogok kerja.

Aksi mogok kerja tersebut dilakukan setelah gagalnya perundingan bipartit maupun tripartit dengan PT. AFI yang notabenenya ialah sebuah kongsi modal asing yang pemegang sahamnya asal Singapura.

Tetapi, Sarinah mengungkapkan bukan memenuhi syarat buruh, PT AFI justru melayani pemutusan hubungan kerja atau PHK secara sepihak kepada buruh dengan melakukan mogok kerja.

“Kami menduga perusahaan telah melakukan tindakan balasan terhadap mogok kegiatan kami dengan melakukan PHK sepihak terhadap buruhnya, ” kata Sarinah dalam keterengan tertulis kepada Perkataan. com, Minggu (5/7/2020).

Di sisi lain, Sarinah mengungkapkan PT AFI juga masih memperkejakan buruh hamil pada shift malam dengan kondisi kerja yang tidak layak lantaran kondisi kerja dengan dibebankan dengan target.

Setidaknya sepanjang tahun 2019 hingga awal 2020, Sarinah menyebutkan telah terjadi 14 kasus keguguran dan enam kasus buruh PT AFI yang hamil bayinya wafat dunia saat dilahirkan.

“Baru-baru ini juga terjadi perut kasus keguguran lain yang menimpa buruh perempuan Aice. Padahal pekerja telah melakukan tiga kali percakapan bipartit dengan pihak Perusahaan PT. Alpen Food Industry (PT. AFI) untuk di pekerjakan non shift untuk ibu hamil, namun tak pernah ada kesepakatan antara pekerja dengan pihak perusahaan, ” membuka Sarinah.

“Terakhir kami menemukan fakta ibu hamil dinonshiftkan dari kerja shift 3 (23. 00-07. 00) zaman usia kandungan mencapai 5 bulan. Selebihnya buruh masih dipekerjakan malam dari jam 18. 00 datang 23. 00 WIB, ” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sarinah menuturkan bahwasanya pada tanggal 3 Maret 2020, perwakilan buruh es krim Aice sedianya telah mengajukan pelaporan terkait permasalahan ibu berisi yang masih dipekerjakan shift suangi, dugaan maladministrasi persoalan anjuran lantaran Dinas Ketenagakerjaaan Bekasi, permasalahan outsourcing, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan buruh yang dipekerjakan secara Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang terjadi PT AFI kepada Kementerian Ketenagakerjaa.

Namun, hingga saat ini buruh tidak ada respon positif atau kepastian dari Kemenaker terhadap nasib para-para buruh es krim Aice.

“Sehingga kami merasa menetapkan menuntut pertanggungjawaban Partai Kebangkitan Warga (PKB) yang telah empat kurun sejak 2005 mendapatkan jatah kedudukan Menteri Ketenagakerjaan, ” pungkas Sarinah.