Tepergok Bawa Golok untuk Tawuran, Cukup umur Ini Diamankan Polsek Ngampilan

0
299

SuaraJogja. id semrawut Nasib apes dialami pemuda 17 tahun asal Bantul, DI Yogyakarta. Pemuda berinisal HD kedapatan membawa golok saat membongkar-bongkar musuhnya yang menantang tawuran di wilayah Bugisan, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Rabu (15/7/2020).

Kapolsek Ngampilan, Kompol Hendro Wahyono mengatakan jika pelaku masih menempuh pelajaran kelas tiga SMA di madrasah swasta wilayah Yogyakarta. Sebelumnya, HD belum pernah terlibat masalah hukum yang akhirnya mengharuskan ia berurusan dengan pihak kepolisian.

“Pelaku datang ke rumah kawannya di Imogiri, Bantul. HD berkunjung ke rumah DF pada Rabu sekitar pukul 01. 00 wib. Sampai di rumah DF, Kesudahannya HD mengajak DF untuk memeriksa minuman beralkohol di sekitar Imogiri, Bantul, ” ujar Kompol Hendro kepada wartawan, Kamis (16/7/2020).

Asik menenggak minuman beralkohol, pukul 02. 00 wib, HD mendapatkan pesan WhatsApp dari temannya berinisial BM yang beralamat pada Imogiri, Bantul. BM memberitahu HD dan DF jika akan ada tawuran antara kelompok mereka secara geng sekolah lain.

“HD dan DF akhirnya hadir ke rumah BM. Ternyata BM juga sudah mengajak temannya. Itu berempat akhirnya menuju ke wadah yang telah disepakati di daerah Prawirotaman. Sesampainya di sana jodoh pelaku juga sudah berkumpul. Total ada 14 orang dengan memakai tujuh motor, ” kata Hendro.

Tempat yang menjelma lokasi untuk tawuran yakni di daerah Bugisan, Wirobrajan, Yogyakarta. Sayang, sesampainya di lokasi, HD dan temannya tak menemui musuh mereka. HD cs, akhirnya memutuskan buat berputar-putar mencari musuh tersebut.

“HD dan teman-temannya sampai di Simpang Empat Terminal Ngabean sekitar pukul 03. 30 wib. Ada petugas yang memang pantas berjaga di sekitar Ngabean. Alhasil petugas melakukan pengejaran kepada HD karena ketahuan membawa sajam yang disembunyikan dibalik jaketnya, ” sambung Hendro.

Penjaga akhirnya meringkus HD karena tersua membawa senjata tajam berupa bayung. Namun demikian, kepemilikan senjata tajam tersebut sebenarnya milik DF.

Adapun, barang bukti yang disita oleh polisi dari HD adalah sebuah sepeda motor yang dipakai untuk tawuran dengan merek Honda Scoopy warna putih. Suatu golok berukuran 30 cm. Ketiga, jaket pelaku yang dipakai buat menyembunyikan golok.

“Karena umurnya masih dikategorikan di bawah umur yakni sedang 17 tahun berjalan 8 kamar, masih kami kenakan undang-undang pelestarian anak. Kemudian kami kenakan serupa sanksi pidana pasal 2 Peraturan Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Ancamannya hukuman maksimal 10 tahun penjara, ” ujar Hendro.