Ulangan Covid-19 Sangat Kurang, IDI Sentil Airlangga Soal Uang Masih Penuh

0
104

Suara. com – Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia atau IDI Zubairi Djoerban mengungkapkan, hingga saat ini jumlah tes Covid-19 di Indonesia masih sangat minim, padahal pemerintah menyatakan anggarannya masih banyak. Menurutnya tes corona yang masif hanya di DKI Jakarta, sedangkan daerah lain masih jauh dari penumpil yang ditetapkan badan kesehatan negeri alias WHO.

“Tes kita masih sangat amat kurang sekali, banyak provinsi yang tak mengerjakan PR (pekerjaan rumah) mungkin, di provinsi yang lain sedang amat kurang” kata Zubairi di dalam diskusi Pergerakan Indonesia Maju, Kamis (17/9/2020).

Tempat menyinggung penyataan Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang beralasan jumlah tes tidak maksimal sebab reagen habis dan jumlah gaya medis pemeriksa spesimen di laboratorium terbatas.

“Saya mengaji di media misalnya Gubernur Jawa Tengah alasannya kok naif seluruhnya, karena reagensianya habis, lah membangun kata Pak Airlangga (Menko Perekonomian) duitnya banyak bangat kok gak bisa beli reagensia, ” ucapnya.

Kemudian, lanjutnya, jika memang jumlah tenaga pemeriksa spesimen di laboratorium terbatas, semestinya negeri segera merekrut tenaga baru buat bekerja di akhir pekan. Pasalnya pemerintah mengklaim dananya ada.

“Kedua (alasannya) karena keadaan sabtu dan hari minggu kan tutup jadi tidak bisa memenuhi target, kan ya tinggal naikkan orang di hari sabtu & minggu. Kan uangnya sekali sedang ada, pegawai untuk tes ini bisa dari analis yang diberi pelatihan, artinya tenaga untuk tes polymerase chain reaction atau PCR serta ambil sampel itu banyak serta ada di mana-mana tinggal direkrut, ” imbuhnya.

Untuk diketahui, jumlah rata-rata tes corona Indonesia berdasarkan data www.worldometers.info/coronavirus beruang di posisi ke 162 dibanding 215 negara.

Pemerintah baru melakukan pemeriksaan sebanyak 2. 796. 924 spesimen sejak 1. 652. 324 orang (1 orang bisa tes lebih daripada 1 spesimen), ini artinya Indonesia baru bisa melakukan pemeriksaan 10. 203 tes per 1 juta penduduk dari total 274. 140. 070 penduduk.

Tatkala dalam laporan yang dirilis WHO pada Rabu (8/7/2020), positivity rate di Jateng berkisar 13 komisi dengan rasio tes yang rendah yakni hanya 0, 17 tes tiap 1. 000 penduduk di 29 Juni 2020 hingga 5 Juli 2020.

Rasio tes Covid-19 pada Jateng ini kalah jauh dibandingkan DKI Jakarta yakni 1 tes per 1. 000 penduduk setiap pekan.