Yuk! Mengenang Bioskop Yang Pernah Tersedia di Palembang

0
96

Masyarakat Palembang sudah terbiasa menikmati film di bioskop sejak zaman dahulu.

SuaraSumsel. id berantakan Budaya hiburan menonton film di bioskop sudah terkenal lama di kota Palembang. Selain bioskop yang banyak dibangun, total penontonnya juga padat.

Ada bioskop yang memutar film sampai lebih dari empat kali dalam sehari dengan jumlah penonton yang selalu hampir penuh.

Boleh dianggap, masyarakat Kota Palembang memiliki sejarah bagi dunia perfilman dengan menikmati beragam film di bioskop.

Dikutip dari akun Facebook Bibliotek – Apotik Buku, terdapat rangkuman Daftar Pustaka Bioskop Palembang.

Pada buku Petunjuk Kota Besar Palembang, karya RHM Akib pada tahun 1951 disebutkan mengenai masalah perfilman di Palembang berperan penting terutama bagi komunikasi massa. Hal ini terbukti secara makin banyaknya bioskop yang dibangun oleh pengusaha hiburan dan pergelaran.

Jepretan dari buku RHM Akib (Facebook Apotik Buku)

Kemajuan tersebut sangat terasa pada lima tahun terakhir dengan mulai banyak bioskop pada masa sebelum perang dan setelahnya. Pada masa pra perang hanya terdapat lima hidup dan pada tahun 1955 telah terdapat 10 bioskop.

“Pada tahun 1956, akan dibangun lagi beberapa bioskop. Jumlah bioskop tersebut belum terdata pada hidup di lingkungan perusahaan minyak BPM di Plaju dan Stanvac pada Sungai Gerong yang jumlah bioskopnya mencapai lima gedung, ” tulis pernyataan di buku tersebut.

Dalam kunci yang sama ditulis jika perusahaan film nasional seperti halnya Perfeni dan Persari sudah berdiri pada Palembang pada tahun 1954 yang bernama Palembang Film Corporate (P. F. C).

Mengenai sebagai Direktur di perusahaan itu ialah Idrus Nawawi. Beliau ialah pemimpin dari media Harian Rakyat Sumatera.

“Pertama, produksi film PFC, ialah Antara Dua Surga dan dilanjutkan dengan film berjudul Gagal, ” kutipan dalam buku tersebut.