Duh, Masih Banyak Guru Tak Memahami Aplikasi di Kuota Belajar

0
77

Paket Kuota Belajar 10GB Telkomsel. [Telkomsel]

Sekitar tujuh persen lantaran siswa mengaku sering menggunakan Duolingo, 16, 8 persen kadang-kadang & 76, 3 persen tidak sudah memakainya sama sekali.

SuaraSulsel. id – Survei dengan diadakan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) memperlihatkan masih banyak siswa dan guru yang tidak memahami aplikasi yang bisa digunakan dengan bantuan Kuota Belajar Kementerian Pelajaran dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Fahriza Marta Tanjung menjelaskan dalam survei yang dilakukan pada 2-3 Oktober memperlihatkan dari 86, 2 komisi dari 116 guru tidak mengenal aplikasi agama Islam “Aminin” dengan ada di Kuota Belajar.

“Bahkan di dalam siswa persentasenya lebih besar lagi sekitar 91, 2 persen dari 295 siswa tidak mengenal pelaksanaan Aminin. Jadi kita bisa berkesimpulan bahwa aplikasi ini kurang dikenal baik pada guru maupun siswa, ” kata Fahriza dalam konvensi pers virtual FSGI dipantau daripada Jakarta pada Minggu (4/10/2020).

Menurut survei itu, praktik yang paling sering digunakan kiai agama untuk pendidikan agama Islam adalah aplikasi video seperti Youtube, aplikasi berbasis pesan seperti WhatsApp dan aplikasi ruang kelas serupa Google Classroom.

Kecil berbeda, pada siswa secara berturut-turut aplikasi yang biasa digunakan ialah aplikasi berbasis pesan, aplikasi tempat kelas, aplikasi penyimpan video, & aplikasi Al Qur’an serta Hadits.

Hal serupa ditemui dalam survei untuk melihat penggunaan aplikasi pembelajaran bahasa Inggris yang dapat digunakan di tumpuan kuota data Kemendikbud.

Dari 80 guru yang disurvei untuk topik itu aplikasi Duolingo menjadi yang paling dikenal secara 22, 6 persen guru mengenalnya, dibandingkan 16, 7 persen untuk Bahaso, 11, 9 persen untuk Birru dan 14, 3 upah untuk aplikasi Cakap.

Tapi, pengenalan terhadap aplikasi tidak berarti guru bakal menggunakan aplikasi tersebut dengan tujuh, 1 persen mengaku sering menggunakan Duolingo, dibandingkan 13, 1 komisi yang mengaku kadang-kadang dan 79, 8 persen mengatakan tidak sudah memakainya.

Gambaran sewarna juga terjadi pada siswa, secara dari 560 siswa yang menjelma responden 28, 9 persen memahami Duolingo dibandingkan 17, 7 tip untuk aplikasi Bahaso, 8, 0 persen untuk Birru dan 15, 4 persen untuk Cakap.

Sekitar tujuh persen dari siswa mengaku kerap menggunakan Duolingo, 16, 8 tip kadang-kadang dan 76, 3 persen tidak pernah memakainya sama seluruhnya.