ITS ‘Mengutus’ Robot RAISA Bantu RSI Surabaya Tangani Pasien Covid-19

0
83

Tim peneliti menyiapkan makanan & obat-obatan yang dibawa Robot Medical Assistant ITS-UNAIR (RAISA) saat diuji coba di Gedung Pusat Ilmu robot Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (14/4/2020). [Antara/Moch Asim]

Robot ini digunakan untuk percepatan penanganan pasien Covid-19.

SuaraJatim. id – Institute Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya melatih enam orang perwakilan daripada RSI Surabaya untuk mengoperasikan robot RAISA. Robot ini digunakan buat percepatan penanganan pasien Covid-19.

Tim pengembang robot RAISA, Muhtadin, menjelaskan pelatihan tersebut membahas cara pengoperasian robot. Mulai sejak cara menyalakan, mematikan, hingga cara mendorong robot agar tidak merusak motor penggerak.

Hal yang tidak tumbang penting juga dipaparkan yaitu modus pemeliharaan yang baik terhadap robot agar mampu digunakan sesuai spesifikasinya dan dalam jangka waktu yang panjang.

Robot yang akan beroperasi di RSI Surabaya ini terdiri dari dua pokok robot dengan versi berbeda, yakni robot versi standar untuk High Care Unit (HCU) dan manusia mesin yang dilengkapi dengan kamera Pan-tilt-zoom (PTZ) untuk ruang Intensive Care Unit (ICU).

“Karena kebanyakan pasien di ruang HCU terbaring di ranjang, kemungkinan manusia mesin RAISA yang dilengkapi dengan tustel PTZ akan lebih banyak digunakan, ” ujarnya, seperti dikutip dibanding beritajatim. com, jejaring suara. com, Senin (05/10/2020).

Selain itu, sesi diskusi seputar iklim terkini di RSI Surabaya juga dilakukan. Tujuannya agar dapat menampung saran serta masukan terkait secara hal-hal apa yang perlu disesuaikan.

“Sehingga harapannya, robot RAISA dapat beroperasi secara maksimal sesuai dengan kondisi rumah lara tersebut, ” kata dosen Departemen Teknik Komputer ini.

Kemudian, Muhtadi selalu mengungkapkan bahwa pelatihan ini ialah fasilitas yang ITS berikan pada setiap rumah sakit yang akan menggunakan robot RAISA. Sejauh itu, tim pengembang RAISA telah mendatangkan enam kali kegiatan pelatihan selaku kepada pihak mitra rumah lara yang berbeda.

Tidak hanya mengadakan pelatihan, lanjut Muhtadin, tim pengembang robot RAISA hendak melakukan kontrol dan pendampingan secara daring.

Sejauh ini, robot-robot RAISA tak pernah mengalami permasalahan yang berguna. Biasanya hanya ada permasalahan rendah seperti kesalahan pengaturan yang mampu diatasi dengan cepat.