Total Siklon Tropis di atas Normal, Masyarakat Diminta Waspada

0
62

Suara. com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan siklon tropis dengan terjadi selama Oktober 2020 pada Samudera Pasifik Barat dan Laut China Selatan jumlahnya di atas kejadian normal.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal pada rilisnya di Jakarta, Selasa (3/11/2020), mengatakan selama Oktober 2020 sudah terjadi 7 siklon di Samudera Pasifik Barat dan Laut China Selatan.

“Sementara rata-rata klimatologis kejadian siklon katulistiwa untuk Oktober adalah 3-4 perkara, ” kata dia.

Dia menjelaskan, saat ini Siklon Tropis Goni yang telah berkembang menjadi siklon tropis kuat bagian 5 diwaspadai karena bisa mendatangkan gelombang tinggi perairan, hujan tebal, dan angin kencang di sejumlah daerah di Indonesia.

Baca Juga: Meski Siklon Tropis Goni Jauhi Indonesia, BNPB Imbau Masyarakat Waspada

Siklon Tropis Goni terbentuk di Samudera Pasifik Barat dan diprediksikan jalur lintasannya menuju Laut China Selatan hingga kira-kira hari ke depan setelah melewati Filipina.

Siklon Katulistiwa Goni merupakan siklon tropis ke-3 yang berdampak signifikan bagi sebanyak negara Asia Tenggara di kira-kira Laut China Selatan setelah Angin puyuh Tropis Saudel dan Molave.

Sejumlah studi menyebutkan kalau terdapat hubungan antara jumlah siklon tropis di Samudera Pasifik Barat dan Laut China Selatan dengan kejadian La Nina yang cukup berlangsung.

Pendirian siklon (siklogenesis) ditemukan memiliki peluang yang lebih besar menjelang musim dingin di belahan bumi mengetengahkan setelah permulaan La Nina, tengah lebih banyak pembentukan siklon di dalam musim panas selama permulaan El Nino.

Kemudian, lanjut dia, studi juga menjelaskan di La Nina, Laut China Selatan cenderung lebih banyak terjadi angin puyuh tropis pada September dan Oktober. Sementara wilayah Samudera Pasifik Barat lainnya, aktivitas siklon tropis cenderung berkurang pada Agustus hingga November.

Baca Juga: Kalimantan Bakal Diguyur Hujan Deras sebab Siklon Tropis Goni

Namun, dalam hal itu, menurut nya, masih terdapat perbedaan pandangan di kalangan ilmuwan iklim di mana sebagian mereka menyatakan kondisi El Nino menyebabkan intensitas siklon tropis lebih kuat dan memiliki periode lebih lama.